Sharing from NH 🌸
Ya. .
Beginilah. .
Bagaimana indah mana pun sebuah meja yang telah dihiasi oleh hiasan bunga dan wangian merbak.
Tetap saja seseorang penulis itu tidak tenggelam dihanyutkan oleh 'wangian' di biliknya.
Kerna dia tetap 'hanyut' dengan tarian pena yang terus menerus menyentuh ke atas kertas putih di atas meja.
Kertas itu asalnya putih.
Kemudian dicoret baris aksara demi aksara.
Bila ada yang masuk ke kamarnya lalu membaca coretan itu. Mereka tersentak, terkelu, tersentuh bahkan mungkin ada yang hilang kata-kata. Kemudian ditemani air mata membasahi pipi.
Tapi bila mana ada lagi satu coretan yang mereka jumpai di kamar itu pada hari esoknya. Mereka marah, kecewa, sakit hati dan sebagainya.
Mereka lupa.
Kertas-kertas putih itulah yang dulunya pernah menitiskan air mata mereka. Mereka lupa kertas putih itu lah yang satu masa dulu pernah membuatkan mereka bangkit dari jalan futur. Mereka lupa kertas putih itulah yang membuatkan mereka benar-benar jatuh cinta pada hakikat sebuah perjuangan mahupun pengorbanan. Mereka lupa sebab ia hanyalah kertas 'murah' yang boleh dihenyuk dan dibuang ke dalam tong sampah.
Begitulah.
Hiasan kamar seorang penulis.
Tuhan,
Kau Tahu apa yang penulis di dunia niatkan dan lakarkan.
Ikhlas,
- Kak Hassanah
10 june 2016
11. 26 pm
https://telegram.me/kakHassanah

0 Response to "Hiasan kamar seorang penulis | Sharing from NH 🌸"
Post a Comment