Seorang pengemis yang 'lapar' mana sekalipun, dia akan merasa 'hina' jika nasi yang diberikan kepadanya hanya dibuang ke lantai | Sharing from NH 🌸

Sharing from NH 🌸
Seorang pengemis yang 'lapar' mana sekalipun, dia akan merasa 'hina' jika nasi yang diberikan kepadanya hanya dibuang ke lantai, di lontarkan di hadapan mata seperti membuang sampah, di taburkan makanan tersebut seperti memberi makan kepada seekor binatang, dan akhirnya dia tetap mengambilnya untuk 'makan' asbab 'lapar' tapi di hatinya ada doa yang berharap agar esok ada orang lain yang memberikan dia semula nasi tapi dalam keadaan yang mulia, disuap, dimasukkan ke dalam mulut perlahan-lahan, di berikan senyuman dan iringan doa.

Jika seorang pengemis pun ada 'perasaan' untuk menerima sesuap nasi, inikan manusia biasa yang normal untuk menerima sebuah teguran. Anda rasa anda berhikmah dalam keadaan perli-memperli ? Dalam keadaan busuk hati dan sangka buruk ? Dalam keadaan tidak memberikan sedikitpun peluang untuk penjelasan ? Dalam keadaan mencampakkan kata-kata menjengkelkan di ruangan yang tak sepatutnya ?

Itu kalau dapat pengemis yang doa baik-baik, syukurlah.

Kalau dapat pengemis yang rasa dia 'dizalimi' lalu mengangkat tangan dan berdoa agar kau ditimpa musibah dan malapetaka bagaimana ?

Ingat.

'Jarak' doa orang yang dizalimi kepada Allah sangatlah mudah untuk sampai dan dimakbulkan.

Cammon my dear!

Let us ponder to remember.
Let us reflect to react.

Sekian.
https://telegram.me/kakHassanah

0 Response to "Seorang pengemis yang 'lapar' mana sekalipun, dia akan merasa 'hina' jika nasi yang diberikan kepadanya hanya dibuang ke lantai | Sharing from NH 🌸"

Post a Comment